Komunikasi yang Menghipnotis (bagian 2)

Komunikasi yang Menghipnotis part 2 House of Quality Indonesia

Jumpa lagi di artikel lanjutan tentang komunikasi yang menghipnotis. Jika Anda belum membaca "Komunikasi yang Menghipnotis bagian 1" silahkan klik link ini .

 

Mengarahkan pikiran bawah sadar dengan kalimat komunikatif

Mengapa pikiran bawah sadar? Pikiran bawah sadar Anda memegang peranan besar dalam penentuan keputusan. Dalam sesi hipnoterapi saya selalu berupaya bagaimana membuat klien masuk dalam kondisi hipnosis (atau biasa orang sebut hipnotis) dengan semulus mungkin tanpa perlawanan dari klien. Ini membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana klien memproses informasi dalam otaknya. Nah bagaimana caranya?

Ternyata pikiran memiliki program tertentu dalam memproses sebuah instruksi. Kalau Anda perhatikan ada beberapa instruksi Anda yang dilakukan langsung oleh orang lain tapi ada juga yang tidak dilakukan walau Anda sudah berkali-kali menjelaskan keuntungannya.

Mengapa bisa begitu? Jawabannya sederhana. Kalau kata-kata Anda sesuai dengan program yang ada di pikiran orang lain maka dia akan langsung memprosesnya sedangkan jika tidak sesuai maka pikirannya tak mampu memprosesnya – akibatnya instruksi Anda mengalami penundaan dalam pelaksanaannya.

Komunikasi Pola “mendekati – menjauhi”

Apakah Anda pernah mengamati bahwa ketika Anda meminta anak Anda (atau bawahan Anda) untuk belajar dia sulit sekali tergerak. Tetapi ketika Anda “mengancam” dia langsung tergerak? Atau ada juga yang sebaliknya saat diancam dia jadi tak bergerak dan saat diminta baik-baik langsung bergerak.

Kalimat dengan pola “mendekati” mengacu pada hal yang mau diraih atau diinginkan.

Bayangkan bagaimana nyamannya Anda saat masuk dalam kondisi relaksasi, tubuh Anda akan relaks dan semua otot mengendur sehingga saat nanti Anda buka mata tubuh akan terasa segar sekali.

Kalimat dengan pola “menjauhi’ mengacu pada hal yang ingin dijauhi atau dihindari dan biasanya bernada ancaman.

Bayangkan bagaimana rasanya jika Anda tak berubah. Memang Jika Anda tidak berubah Anda tak perlu upaya apapun … cukup mengulang semua kebiasaan buruk yang menciptakan masalah Anda. Namun Anda akan tetap memiliki masalah yang sama dan merugikan tersebut bahkan bisa jadi semakin parah … Anda bisa memulai perubahan itu dengan mengijinkan diri Anda rileks sekarang.

Nah bisa membedakan kedua pola kalimat di atas? Jika Anda terbalik menggunakannya pada klien maka yang terjadi adalah klien susah masuk ke dalam kondisi hipnotis. Hal yang sama terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Tipe “menjauhi” cukup banyak dijumpai di masyarakat. Karena dulunya miskin dan pernah dihina maka orang bekerja keras mencapai prestasi adalah contoh yang paling banyak terjadi. Untuk memotivasi atau menggerakkan orang tipe ini cukup diingatkan saja betapa sengsaranya tak punya uang untuk bayar ini itu dan betapa menderitanya dia dulunya hahahahaha… otomatis dia akan lari kencang dan tak sempat bermalas-malasan. Tapi ingat tidak semua orang bisa digerakkan dengan cara ini karena ada yang tipe “mendekati”.

Komunikasi Pola “internal – eksternal”

Pola internal adalah pola dimana orang mengambil keputusan berdasarkan referensi dari dalam dirinya sendiri sedangkan pola eksternal mengambil referensi dari luar.

Kalimat pola “internal”

Baiklah sekarang Anda bisa memutuskan untuk merelakskan otot Anda sekarang atau nanti… Andalah satu-satunya orang yang bisa memutuskan untuk mengalami relaksasi ini demi kebaikan Anda sendiri.

Orang dengan pola “internal” jangan terlalu didesak untuk membuat keputusan. Kalau dia didesak maka dia akan skeptis dan menutup diri.

Sekarang perhatikan contoh kalimat untuk pola “eksternal”

Banyak orang yang sudah membuktikan bahwa saat dalam kondisi relaksasi tubuh akan menjadi nyaman dan pikiran kembali menjadi jernih… demikian pula dengan Anda

Nah lihat saya menggunakan acuan dari luar diri klien ( … banyak orang sudah membuktikan …) untuk mendorong dia segera mengambil keputusan merilekskan dirinya masuk dalam kondisi hipnosis yang nyaman.

Ingat bahwa kalimat dengan pola “eksternal” ini tidak sama dengan membandingkan lho. Ini bukan seperti “Lihat dia … kalau dia bisa maka Anda pun juga bisa”. Sepintas memang mirip dimana kerangka acuannya dari luar diri tapi membandingkan akan membuat orang tersinggung dan direndahkan. Ini bukan cara yang baik. Untuk menggunakan kerangka acuan luar Anda gunakan sekelompok orang sebagai referensinya.

Contohnya

banyak orang sudah membuktikan bahwa … atau berdasarkan apa yang dikatakan oleh filsuf … atau berdasarkan penelitian dari … atau pada zaman dahulu orang biasa menggunakan … atau coba Anda ingat dan perhatikan bagaimana anak kecil bisa begitu cepat melepaskan emosi negatifnya saat bertengkar dengan temannya …

Frasa diatas memang membandingkan tapi tidak akan menyinggung ego seseorang, karena yang dibandingkan bukan personal seseorang tapi sebuah peristiwa atau sekelompok orang. Ingat tujuannya kita hanya mau orang melihat sebuah data yang telah terjadi di luar dirinya agar ia bisa mengambil keputusan dengan cepat.

 

 

Salam hebat untuk Anda
Ariesandi S

1 thought on “Komunikasi yang Menghipnotis (bagian 2)

  1. Pingback:Komunikasi yang Menghipnotis (bagian 1) – House of Quality Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *