I’m The Future

i'm the future house of quality indonesia (hoqi) group

Pernah kah Anda sampai berpikir bahwa setiap detik yang Anda lalui dalam keseharian hidup Anda mempunyai andil dalam masa depan Anda? Kemudian seberapa jauh Anda memiliki gambaran tentang masa depan itu sendiri, seperti apa ekspektasi Anda? Apakah masa depan bagi Anda yaitu ketika Anda memiliki karier yang bagus, jabatan dan penghasilan yang tinggi, memiliki mobil dan rumah yang mewah sebagai penunjang kebahagiaan keluarga? I'm The Future

I'm the future

Akan sangat umum jika manusia berharap dan mengupayakan masa depannya untuk dapat memiliki kebahagiaan baik itu lewat kesejahteraan hidup ataupun jabatan yang tinggi. Namun permasalahannya, masa depan memiliki kondisi yang dinamis, bersifat situasional atau mempunyai ketergantungan terhadap hal-hal eksternal. Mungkin dalam beberapa hal kita dapat mengantisipasi hal-hal yang sekiranya akan menjadi penghambat pencapaian masa depan kita. i'm the future

Misalnya, saat ini Anda sedang bekerja dengan tekun di sebuah perusahaan untuk peningkatan kesuksesan karier Anda. Anda bekerja dengan sangat baik demi mensejahterakan dan kebahagiaan keluarga. Tetapi Anda tahu betul ada beberapa ancaman untuk mencapainya.

Ancaman peningkatan karir

  1. Adanya persaingan

Sebagai seorang profesional atau pebisnis, Anda tahu betul bahwa persaingan itu adalah suatu keniscayaan. Namun dalam hal ini, akan ada banyak strategi ataupun cara-cara baru yang bisa Anda upayakan untuk menghadapi persaingan yang ada.

  1. Kesehatan dan keselamatan

Anda telah bekerja dengan baik, sangat handal dalam menghadapi persaingan namun kesehatan Anda terganggu. Jika semakin memburuk Anda terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan pada akhirnya tabungan terkuras habis untuk biaya kesehatan Anda. Kemudian persoalan keselamatan juga turut membayangi. Anda sudah berhati-hati mengendarai kendaraan Anda, tetapi belum tentu pengendara lain juga mempunyai kehati-hatian seperti Anda sehingga akan selalu ada kemungkinan untuk berada dalam ancaman keselamatan. i'm the future

Untuk mengantisipasi hal tersebut baik soal kesehatan dan keselamatan, Anda memproteksi diri dan keluarga dengan Asuransi. Namun bagaimana jika terjadi krisis global yang mengancam keberadaan industri asuransi. Belum lagi jika terjadi bencana alam dengan skala yang besar, dimana hal ini akan sangat berpengaruh terhadap semua operasional bisnis yang ada.

Kalimat sederhana untuk menggambarkan masa depan adalah “manusia hanya dapat berencana dan berusaha, namun Tuhan-lah yang pada akhirnya yang menentukan.” Skenario mengenai masa depan diatas bukan dimaksudkan untuk memberikan gambaran bahwa masa depan adalah ketika segala sesuatu akan bertambah buruk baik itu dalam hal bisnis, kondisi manusia dan alam-nya. Melainkan untuk menarik benang merah bahwa manusia ataupun kesuksesan masa depan ialah diperuntukkan bagi individu-individu yang pantang menyerah dalam menghadapi segala kemungkinan.

Masa Sekarang Menentukan Masa Depan

Saya sendiri jadi teringat akan sebuah judul film “Tomorrow Land” yang dibintangi oleh aktor kawakan Hollywood, George Clooney. Film arahan sutradara Brad Bird tersebut memberikan kita gambaran seperti apa masa depan itu. Diceritakan bahwa kehidupan di masa depan dengan berbagai kecanggihan teknologi nya sudah dipersiapkan pada masa ketika keberadaan teknologi tersebut belum ada. Seperti menggunakan mesin waktu, kita dapat melakukan perjalanan ke masa depan. Kehidupan orang- orang di masa depan itu sendiri ditentukan oleh bagaimana kualitas manusia di masa yang sekarang.

Maka dari itu demi menjaga kehidupan di masa depan, orang-orang di masa depan mengirimkan agen untuk mencari manusia-manusia yang memiliki sifat pantang menyerah di masa sekarang. Orang-orang yang direkrut tersebut merupakan orang-orang terpilih dalam berbagai bakat dan kemampuan untuk dapat menjaga masa depan dari segala ancaman kerusakan.

Kompetisi SDM Semakin Sengit

Intisari dalam film tersebut kemudian sangat sejalan dengan tema Quality Corner kali ini sekaligus update dengan dinamika bisnis saat ini. Penelitian besar menyebutkan bahwa pertumbuhan bisnis dan peningkatan kinerja perusahaan saat ini semakin baik. Akan tetapi penyerapan sumber daya manusia di perusahaan tidak menunjukkan angka peningkatan bahkan dapat dikatakan dalam kondisi yang stagnan. Bahkan di beberapa perusahaan menunjukkan angka penurunan jumlah SDM.

Hal ini menunjukkan bahwa organisasi/perusahaan kian selektif dalam hal penyerapan SDM. Padahal di sisi lain industri pendidikan, pelatihan atau sejenisnya, eksistensi bisnisnya semakin marak ditemui. Sederhananya, banyak yang dicetak namun sedikit yang dipakai. Akan semakin banyak tenaga ahli, akan semakin banyak kompetensi kita jumpai, namun hanya sedikit yang akan terserap organisasi/perusahaan. Sebuah indikasi bahwa kompetisi SDM akan semakin sengit dari waktu ke waktu, dan keahlian maupun kompetensi dirasa masih kurang mencukupi.

Tuntutan organisasi/perusahaan tak lagi sekedar bagaimana seorang SDM mampu menyelesaikan rencana kerja atau jobdesk dengan baik, ataupun sekedar mampu mencapai target yang diminta perusahaan. Akan tetapi seorang SDM yang mampu menjadi asset yang tak tergantikan dalam sebuah perusahaan. Bukan seorang worker namun seorang partner jangka panjang untuk menjaga kelangsungan bisnis di masa- masa mendatang.Jadi selain berkompeten, ia juga dituntut untuk memiliki karakter pantang menyerah untuk menghadapi segala kemungkinan timbulnya ancaman.

Jadi siapkah Anda untuk selalu ber-pantang menyerah? Anda ingin memulainya sekarang juga? katakanlah ; ”I’m The Future!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *