ASISTEN AHLI

Asisten Ahli - dr. Harry Parathon | House of Quality Indonesia HOQI

Asisten Ahli by dr. Harry Parathon (HAP)

Diawal tahun 2018 saya ingin berbagi tulisan yang klasik, tapi nampaknya masih cocok dengan kekinian saat ini dan masa depan. Ulasan ini berkisah tentang analogi yang terjadi pada sebagian unsur kehidupan manusia. Namun bisa digunakan pada aktivitas dalam kehidupan sehari hari dengan judul “asisten ahli”. Untuk menggambarkan suatu organ tubuh yang sifatnya sementara, tetapi fungsinya luar biasa, hanya ada pada wanita hamil. Dikatakan sementara karena plasenta berbeda dengan organ tubuh lainnya yang bersifat permanen. Sebab plasenta hanya berada seumur janinnya saja. Selain manusia, plasenta dimiliki oleh golongan mamalia yang saat bereproduksi melalui jalur kehamilan dan melahirkan.

Apa itu Plasenta?

placenta - asisten ahliPada manusia, plasenta merupakan benda biologis seperti cakram dengan berat akhir sekitar 500-600 gram. Melekat pada dinding rahim dan berhubungan dengan janin melalui tali pusat. Pada saat melahirkan, plasenta akan keluar setelah bayi lahir, dan selanjutnya akan diperlakukan kebiasaan lokal atau tradisional secara turun temurun. Kebiasaan orang Jawa yang saya ketahui, akan memberlakukan dengan urutan dimulai dari dibersihkan, dimasukan kendil, kemudian dikubur disekitar rumah. Ada yang menambahkan alat tulis, alat jahit atau benda benda simbol kehidupan. Dengan harapan si-empunya akan memiliki kepandaian, sukses dan sejahtera di masa hidupnya kelak. Ada sebagian memilih di larung ke laut atau diserahkan ke rumah sakit untuk diambil selaput amnionnya dan digunakan sebagai bahan dasar kesehatan. Selaput amnion yang dikeringkan dapat berguna sebagai penutup luka bakar, atau penutup luka operasi rekonstruksi ginekologi. Setelah plasenta di “selesaikan”, orang segera melupakannya, sebab sudah sibuk dengan urusan si bayi.

Plasenta, adalah pendamping janin obligatorik atau mutlak, sebab tanpa adanya plasenta tidak pernah terjadi janin. Plasenta bertanggung jawab memastikan janin bisa tumbuh berkembang dalam rahim. Plasenta adalah organ sementara yang tumbuh mengikuti pemiliknya, janin. Apabila terjadi gangguan pada plasenta, selalu diikuti gangguan pada pertumbuhan atau perkembangan janin. Betapa pentingnya peran plasenta untuk mengawal janin si calon manusia. Sehari-hari berenang dalam cairan ketuban (amnion) dalam rahim, yang saat tumbuh kembang tidak makan, minum dan bernafas. Menjamin supply nutrisi sehingga janin dari secuil embrio mampu tumbuh dan mengalami diferensiasi sel sampai terbentuk tangan, kaki, organ jantung, otak, paru, pencernakan, ginjal dan sistem kekebalan tubuh. Apabila sistem saraf telah berkembang, janin mulai menggerakan tangan, kaki, tubuh dan lehernya. Pada janin usia 16-20 minggu, ibu mulai merasakan gerakan janin karena sistem tulang mulai menguat. Sehingga gerakannya lebih kuat dan dapat dirasakannya sebagai ketukan dari dalam.

Plasenta sebagai Asisten Ahli bagi ibu

Semua urusan kerjaan tumbuh kembang serta membesarkan janin diambil alih plasenta. Peranan asisten ahli ini, memberi pasokan makanan berupa nutrisi terpilih untuk janin guna tumbuh kembang berbagai organ. Memberi cairan sehingga janin tidak pernah dehidrasi, mengatur kecukupan oksigen janin, memasok antibodi terpilih milik ibunya ditransfer ke tubuh janin. Untuk proteksi risiko infeksi yang sewaktu waktu mengancamnya, saat ibu sedang sakit demam Flu maka janin akan tetap aman terjaga tanpa sakit. Asisten ahli, pandai meramu bahan bahan organik dari ibu dan dihasilkan hormon pertumbuhan dan enzim katalisator yang diperlukan untuk memandu pertumbuhan janin. Menjaga suhu tubuh janin supaya stabil dengan mengatur kecepatan aliran darah janin, membuang sisa metabolisme tubuh janin untuk di transfer ke tubuh ibu. Ia juga mengendalikan kecukupan jumlah cairan amnion, sehingga janin teredam dari guncangan saat ibu beraktivitas lebih.

Plasenta memiliki struktur anatomi dan fungsi yang kompleks. Sehingga memungkinkan semua fungsi terlaksana secara terus menerus, terintegrasi, on demand, terorganisasi dengan baik. Saat ibu tidur, plasenta masih dengan setia melaksanakan tugasnya mengatur kebutuhan hostnya sepanjang waktu yang diperlukan janin untuk tumbuh kembang. Plasenta ikut tumbuh, dengan melakukan duplikasi sel, memperbanyak pembuluh darah, meningkatkan kemampuan memproduksi hormon penting, dan meningkatnya pasokan dan ekskresi sisa metabolisme janin.

Pada saat janin sudah cukup bulan (aterm), yaitu janin mampu untuk beradaptasi di luar rahim sebagai “manusia kecil dan baru”. Karena otak, jantung, ginjal, liver, usus sudah berkembang dan mampu berfungsi autoregulasi sendiri. Paru adalah satu satunya organ yang berfungsinya paling akhir, saat dalam rahim masih belum berfungsi, menggumpal seperti benda padat. Kebutuhan oksigen selama dalam rahim diambil alih oleh plasenta, Paru baru aktif saat janin lahir dan kemudian menangis pertama kali. Saat itu paru mengembang untuk selamanya, tidak mengempis lagi, karena terdapatnya “surfactant”. Yaitu suatu zat yang mempertahankan sel sel permukaan paru untuk tetap berkembang selamanya.

Analogi plasenta

Saat bayi menangis pertama kalinya, semua orang yang mendengar dan berada disekitarnya merasakan kebahagiaan. Bayi sudah mampu menangkap oksigen dan mengalirkannya ke seluruh tubuh sebagai bahan utama menopang kehidupan. Jantung mulai mengalihkan aliran darah secara automatis, karena sebelumnya aliran darah sebagian besar diatur oleh plasenta. Pembuluh darah plasenta kemudian perlahan-lahan menyempit kemudian menutup. Plasenta telah mengabdi kepada host untuk tumbuh kembang selama ini. Dari sisi ibu, sebagai “asisten ahli” ia telah selesai melaksanakan tugasnya, plasenta telah menunaikan tugasnya dengan cermat dan tepat.

Banyak analogi yang bisa ditarik dari kejadian proses reproduksi maha karya ini. Karena proses ini tidak pernah berubah dari masa ke masa, dan menghasilkan duplikasi “makhluk hidup” yang sempurna sepanjang jaman. Allah SWT, telah memberi ilmu yang luar biasa bila kita dapat menggali dan mencermatinya. Saya yakin bahwa setiap kejadian di dunia, sebenarnya melalui pattern yang sama dimana saja, sesuai dengan kebutuhannya masing masing. Inspirasi asisten ahli ini dapat diadopsi guna mengembangkan perusahaan apabila berkeinginan melakukan duplikasi perusahaan. Diperlukan adanya “asisten ahli” ibarat plasenta, yang memiliki berbagai fungsi dan kemampuan untuk “nurture” mendampingi anak perusahaan supaya dapat tumbuh kembang. Diantaranya fungsi supply (budget, sarana, keahlian, SDM), penguatan (dukungan experienced managerial), proteksi dan stabilisasi on-demand. Fungsi fungsi ini seperti layaknya suatu sistem, diperlukan koordinasi, monitoring, evaluasi dan tidak kalah pentingnya adalah autorisasi untuk melatih independensi serta kematangan melakukan perkembangan unit atau departemen baik struktural maupun fungsional.

Plasenta dan Perusahaan

Pendampingan asisten ahli harus berlangsung dalam waktu tertentu. Ibarat manusia memerlukan masa kehamilan 9 bulan, jerapah melahirkan setelah 15 bulan mengandung, gajah afrika memerlukan waktu sampai 22 bulan, dan Hiu berumbai memerlukan masa kehamilan paling lama, 3,5 tahun. Semakin besar “makhluk” atau organisasi, semakin besar tantangan yang akan dihadapi sehingga diperlukan masa “nurture” yang semakin lama. Apabila masa pendampingan telah selesai, saat anak perusahaan dinyatakan beroperasi secara penuh, ternyata masih tetap dilakukan pendampingan dengan beberapa kemandiriannya. Peran “holding company” ibarat orang tua. Memberi nama, pengakuan, keamanan, serta peran Holding yang memberi supply kebutuhan tumbuh kembangnya dengan tulus, mengikuti pertumbuhan dan perkembangannya secara seksama, proteksi terhadap ancaman, memberi penguatan seperti imunisasi, dan menjaga kesehatannya agar tetap mampu tumbuh berkelanjutan. Serta membiarkan anak perusahaan melakukan aktivitasnya apabila telah mampu mandiri secara bertahap. (HAP | 5 Jan-2018)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *